I ketut putra,diduga korupsi dana bos selama 2 tahun dan pungli kepada wali murid.

Seputih Raman : Kepsek SD negri 1 buyut baru kecamatan seputih raman Kabupaten Lampung Tengah diduga kuat korupsi dana bos ratusan juta dan pungli terhadap wali murid guna pembangunan sekolah, jumat (20/1/2020)

Okta selaku wali murid SD negri 1 buyut baru mengatakan kemarin semua kami yang anak murid nya sekolah di SD itu dikumpulin rapat, bahwa pihak sekolah akan melakukan pembangunan meminta kami wali murid membayar iuran sebesar Rp. 100.000(seratus ribu rupiah)

Dan tahun kemarin 2017 diminta mengumpulkan uang Rp. 100 rb tahun 2018 sebesar Rp. 50rb dan tahun 2019 naik lagi rp 100rb lagi. Jelasnya

Hal senada juga diungkapkan, Wayan kasta kami malah bingung mas, kenapa masih dipungut biaya sedangkan anggran setahu saya untuk membangun sekolah sudah ada dari pak jokowi, dan jokowi juga sendiri bilang di TV bahwa wali murid bebas biaya di pendidikan jelasnya dengan nada kecewa

Selain itu juga,warga setempat Juli menuturkan cucung saya sekolah disana saya disuruh kumpul, dan kepala sekolah dirapat itu ada didampingi komite meminta kami agar iuran uang Rp 100rb guna membangun tiyang bendera dan bangunan lainnya ya kami bayar terus mas setiap tahunnya ungkapnya.

Dari hasil pantawan media dilapangan, data rekapitulasi sekolah SD negri 1 buyut baru perkomponen di tahun 2018 total anggran Rp. 1.21.440.000 (seratus dua puluh satu juta empat ratus empat puluh ribu rupiah) dan ditahun 2019 sebanyak Rp. 1.24.480.000 (seratus dua puluh empat juta empat ratus delapan puluh ribu rupiah) diduga habis guna memperkaya diri pasalnya tak ada pembangunan dalam bentuk apapun disekolah tersebut dengan nilai dana bos ratusan juta rupiah tersebut.

Saat dikonfirmasi I ketut putra, sp.d. kepala sekolah SD negri 1 buyut baru terkait pengelolaan dana bos dan penarikan uang selama tiga tahun tersebut, ia meminta maaf kepada media agar tidak menaikan berita terkait sekolah dan memberi uang sebesar 400ribu rupiah untuk uang bensin dan persaudaraan “saya minta maaf mas saya benar benar bekerja untuk sekolah tolong ya dibantu, karna manusia tidak ada yang sempurna pasti akan diliputi kesalahan dan kami minta jangan diperpanjang masalah ini pungkasnya kepada awak media”.(Hengki).