RAKYAT INDONESIA - Bersama Memajukan Bangsa

 

GUNUNGSUGIH – Lukito Hadi Sumarto yang akan menjadwalkan untuk mendatangi Inspektorat Lampung Tengah (Lamteng) pada hari ini, Senin (2/10/2023), tak kunjung memenuhi panggilan.

Dimana, disaat media ini ingin terus mengikuti perkembangan masalah Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Mojopahit, Kecamatan Punggur, yang diduga merugikan keuangan negara hingga kurang lebih Rp135 juta, Lukito Hadi Sumarto tidak mendatangi Inspektorat Lamteng.

Hal itu, setelah media ini menkonfirmasi staf Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus) Inspektorat Lamteng. “Kalau hari ini belum ada yang datang. Apalagi Lukito Hadi Sumarto,” kata Staf Irbansus Lamteng.

Sementara itu, Lukito Hadi Sumarto mengatakan bahwa dirinya akan mendatangi Inspektorat Lamteng. “Senin saya akan ke Inspektorat untuk klarifikasi,” kata Lukito sapaan akrabnya.

Lukito juga mengaku bahwa mengetahui ada pemanggilan dari Inspektorat. “Ya memang ada yang ngasih tau kalau ada pemanggilan untuk saya. Tapi suratnya gak sampai ke saya,” ujarnya.

Terkait Lukito yang tidak juga memenuhi panggilan, Inspektorat Lamteng akan terus melanjutkan proses tersebut dan akan selalu memberi kabar terkait perkembangan dugaan penyelewengan anggaran BUMK Mojopahit yang merugikan negara hingga Rp135 juta.

“Proses yang sudah berjalan akan terus berlanjut. Nanti kami akan kasih kabar bagaimana perkembangan dugaan penyelewengan anggaran BUMK Mojopahit ini,” kata Staf Irbansus Lamteng.

Sementara itu, Camat Punggur Sukistoro menambahkan bahwa rilis surat hasil pemeriksaan Inspektorat telah dikeluarkan dan ada dugaan penyelewengan anggaran.

“Rilis surat hasil pemeriksaan Inspektorat Lamteng sudah keluar. Disitu ada dugaan penyelewengan anggaran. Dimana dalam aturan penggunaan anggaran BUMK harus ada pelaporan mulai dibuat usaha apa dan bagaimana hasil keuangannya,” ujarnya.

“Seandainya kalau tidak ada laporan perkembangan keuangan dalam BUMK dan anggarannya tidak ada lagi. Ya mungkin disitu ada aturan yang dilanggar atau jadi temuan Inspektorat,” jelasnya.

Masih kata Sukistoro, bahwa Inspektorat Lamteng telah memberi waktu selama 60 hari untuk klarifikasi atau mengembalikan kerugian negara Rp135 juta oleh Lukito Hadi Sumarto salah satu pengurus BUMK Mojopahit. Kalau masih tidak kunjung memenuhi panggilan kemungkinan besar hasil pemeriksaan ini akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari).

“Yang jelas saya telah memberikan masukan dan arahan. Selebihnya, saya serahkan kepada yang bersangkutan,” tegasnya. (*)