Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat lonjakan signifikan arus kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek selama periode arus mudik Idul Fitri 1446 Hijriah. Dalam rentang waktu H-10 hingga H+2 Lebaran, tercatat sebanyak 2.167.702 kendaraan telah keluar dari wilayah tersebut.
Gambar Istimewa: antaranews.com
Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana, menyebutkan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi dari empat gerbang tol (GT) utama yang menjadi akses utama keluar Jabotabek. Keempat gerbang tol itu adalah:
- GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa)
- GT Kalihurip Utama (arah Bandung)
- GT Cikupa (arah Merak)
- GT Ciawi (arah Puncak)
“Lebih dari 2,1 juta kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek selama periode mudik Lebaran 1446 H,” ujar Lisye Octaviana dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (2/4/2025).
Peningkatan Lalu Lintas Signifikan
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Jasa Marga, total volume kendaraan yang keluar dari Jabotabek mengalami kenaikan sebesar 28,1 persen dibandingkan dengan kondisi normal. Selain itu, angka ini juga menunjukkan peningkatan 0,6 persen dibandingkan dengan periode mudik Lebaran tahun lalu.
Distribusi kendaraan yang meninggalkan Jabotabek terbagi dalam tiga arah utama, yaitu arah Timur, Barat, dan Selatan. Sebaran volume kendaraan tersebut adalah:
- 1.208.651 kendaraan menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung)
- 537.347 kendaraan menuju arah Barat (Merak)
- 421.704 kendaraan menuju arah Selatan (Puncak)
Lisye menambahkan bahwa puncak arus mudik terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri, di mana peningkatan jumlah kendaraan terlihat signifikan di gerbang tol utama.
Arus Balik Mulai Terpantau
Selain mencatat arus mudik, Jasa Marga juga mengamati lonjakan kendaraan yang kembali ke Jabotabek setelah libur Lebaran. Pada Selasa (1/4/2025), peningkatan arus balik tercatat di beberapa gerbang tol utama, di antaranya:
- GT Cikampek Utama: 32.334 kendaraan kembali ke Jabotabek
- GT Kalihurip Utama: 38.384 kendaraan
- GT Ciawi: 39.251 kendaraan
Dari data tersebut, terlihat bahwa arus balik mulai menunjukkan peningkatan, meskipun diperkirakan puncak kepadatan kendaraan yang kembali ke Jabotabek baru akan terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Arus mudik Lebaran 1446 Hijriah menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Lebih dari 2,1 juta kendaraan telah meninggalkan Jabotabek, dengan distribusi lalu lintas terbesar menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung). Selain itu, arus balik mulai terlihat dengan lonjakan kendaraan yang kembali ke Jabotabek melalui gerbang tol utama. Jasa Marga terus memantau dan mengelola lalu lintas guna memastikan kelancaran perjalanan pemudik baik saat arus mudik maupun arus balik.