Jakarta – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus berperan penting dalam pembangunan berbagai sektor, termasuk pariwisata dan infrastruktur di daerah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa APBN hadir sebagai instrumen pendukung pembangunan, mulai dari destinasi wisata hingga proyek jalan tol.
Salah satu contoh nyata adalah Wisata Air Kali Kesek yang terletak di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Obyek wisata ini mendapatkan bantuan Dana Desa dari APBN senilai Rp250 juta sebagai modal awal pengelolaan. Wisata tersebut mulai beroperasi sejak Mei 2022 dan kini dikelola langsung oleh masyarakat Desa Sriwulan.
Gambar Istimewa: desernews.com
“Wisata Air Kali Kesek bisa menjadi alternatif destinasi wisata yang menarik. Selain menikmati pemandangan alam, pengunjung juga dapat belajar mengenai proses pembuatan gula aren,” ujar Sri Mulyani dalam pernyataannya pada Rabu (2/4/2025), seperti dikutip dari Antara.
Keberadaan wisata ini disebut telah membawa dampak positif bagi perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Dengan adanya pengelolaan yang berbasis komunitas, keuntungan yang dihasilkan dari sektor pariwisata dapat langsung dirasakan oleh warga setempat.
APBN Dukung Pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang
Tak hanya sektor pariwisata, APBN juga berperan dalam pengembangan infrastruktur, termasuk pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang yang menjadi bagian dari Tol Trans Jawa. Tol ini memiliki panjang 75 km dan menghubungkan tiga wilayah, yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, dan Kota Semarang.
Salah satu ciri khas tol ini adalah Jembatan Kali Kuto, sebuah jembatan berwarna merah yang menjadi ikon tersendiri. Pembangunan jalan tol ini dilakukan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) serta mendapat penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero). Namun, hingga saat ini, belum ada rincian resmi mengenai besaran dana APBN yang dialokasikan untuk proyek ini.
“Dengan hadirnya Jalan Tol Batang-Semarang, konektivitas antardaerah semakin lancar, waktu tempuh pun menjadi lebih singkat, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi regional,” tambah Sri Mulyani.
Dampak Positif Pembangunan Berbasis APBN
Keberadaan infrastruktur yang lebih baik memberikan keuntungan besar bagi masyarakat dan dunia usaha. Dengan akses yang lebih mudah dan efisien, sektor logistik, perdagangan, dan pariwisata mendapat dorongan signifikan. Selain itu, pembangunan berbasis APBN juga mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai daerah, mengurangi kesenjangan, serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat setempat.
Pemerintah terus berupaya agar dana APBN digunakan secara efektif dan tepat sasaran. Dengan strategi yang matang, alokasi dana negara diharapkan dapat terus memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan Indonesia.
Dukungan APBN terhadap pengembangan sektor pariwisata dan infrastruktur menjadi bukti nyata bahwa anggaran negara berperan penting dalam pembangunan daerah. Contoh seperti Wisata Air Kali Kesek dan Jalan Tol Batang-Semarang menunjukkan bagaimana investasi yang dilakukan pemerintah dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan konektivitas yang lebih baik dan pertumbuhan ekonomi yang meningkat, penggunaan APBN yang optimal akan terus menjadi kunci dalam mendorong kemajuan nasional.