Kabar kurang menyenangkan datang bagi Manchester City jelang laga-laga krusial mereka di berbagai kompetisi. Erling Haaland, striker andalan The Citizens, harus menepi selama lima hingga tujuh minggu akibat cedera pergelangan kaki kiri yang dialaminya saat melawan AFC Bournemouth di perempat final Piala FA pada akhir pekan lalu.
Gambar Istimewa: bbci.co.uk
Kepastian absennya Haaland diumumkan langsung oleh Pep Guardiola dalam konferensi pers jelang pertandingan Premier League melawan Leicester City. Dalam pernyataannya, Guardiola mengungkapkan bahwa sang dokter memperkirakan Haaland baru bisa kembali bermain di penghujung musim atau saat Piala Dunia Antarklub FIFA.
“Dokter mengatakan kepada saya antara lima dan tujuh minggu,” ungkap Guardiola.
“Jadi mudah-mudahan pada akhir musim dan Piala Dunia Antarklub FIFA ia akan siap,” tambahnya.
Berpotensi Absen dalam Sembilan Laga Penting
Jika Haaland harus menjalani masa pemulihan maksimal tujuh minggu, ia berpotensi melewatkan sembilan pertandingan penting Manchester City. Ini termasuk laga yang tertunda melawan Aston Villa, jika dijadwalkan ulang dalam rentang waktu tersebut.
Jadwal Manchester City dalam Tujuh Minggu ke Depan:
- 2 April: Leicester City (Kandang) – Premier League
- 6 April: Manchester United (Tandang) – Premier League
- 12 April: Crystal Palace (Kandang) – Premier League
- 19 April: Everton (Tandang) – Premier League
- 26/27 April: Nottingham Forest (Netral) – Semifinal Piala FA
- 2 Mei: Wolverhampton Wanderers (Kandang) – Premier League
- 10 Mei: Southampton (Tandang) – Premier League
- 18 Mei: AFC Bournemouth (Kandang) – Premier League
- Tanggal TBC: Aston Villa (Kandang) – Premier League
Jika pemulihannya berlangsung lebih lama, Haaland kemungkinan baru akan kembali pada 25 Mei 2025 saat City bertandang ke markas Fulham di laga terakhir Premier League. Selain itu, partisipasinya dalam Piala Dunia Antarklub FIFA yang dijadwalkan pada 18, 23, dan 26 Juni juga masih diragukan.
Kronologi Cedera Haaland
Cedera Haaland terjadi dalam laga kontra Bournemouth, di mana ia harus ditarik keluar pada menit ke-61 setelah mencetak gol penyeimbang. Saat itu, Haaland terlihat mengalami kesakitan setelah bertabrakan dengan papan iklan di pinggir lapangan. Usai pertandingan, ia meninggalkan stadion dengan sepatu pelindung dan kruk, menandakan cedera yang cukup serius.
Absennya Haaland tentu menjadi pukulan berat bagi Manchester City. Musim ini, striker asal Norwegia tersebut sudah mencetak 30 gol di semua kompetisi, menjadi elemen kunci dalam lini serang tim asuhan Guardiola.
Guardiola Siapkan Strategi Alternatif
Tanpa Haaland, Guardiola harus mencari solusi lain untuk menjaga ketajaman lini serangnya. Ia mengakui bahwa tidak ada pemain lain di skuadnya yang memiliki kualitas yang sama dengan Haaland, namun ia siap menyesuaikan strategi untuk mengoptimalkan para pemain yang ada.
“Kami tidak memiliki pemain lain dengan keterampilan atau kualitas spesifik seperti dia, tetapi kami harus beradaptasi,” ujar Guardiola.
“Selama bertahun-tahun kami bermain dengan cara yang berbeda di lini depan, tergantung pada kualitas pemain yang tersedia. Kami akan menemukan solusi.”
Salah satu opsi yang kemungkinan besar akan digunakan adalah Omar Marmoush. Pemain asal Mesir ini telah menunjukkan performa impresif sejak bergabung dari Eintracht Frankfurt pada Januari lalu. Dalam laga melawan Bournemouth, ia masuk menggantikan Haaland dan langsung mencetak gol kemenangan.
Selain Marmoush, City juga bisa mengandalkan Julian Alvarez yang memiliki fleksibilitas untuk bermain sebagai striker atau gelandang serang. Peran Phil Foden dan Bernardo Silva juga bisa lebih dioptimalkan untuk menopang lini serang tanpa kehadiran Haaland.
Absennya Erling Haaland dalam tujuh minggu ke depan tentu menjadi tantangan besar bagi Manchester City dalam perburuan gelar musim ini. Guardiola kini harus memutar otak untuk mencari alternatif di lini depan agar tim tetap kompetitif. Dengan opsi seperti Marmoush, Alvarez, dan perubahan strategi lainnya, City berharap bisa tetap berada di jalur kemenangan meski tanpa kehadiran striker andalan mereka. Kini, tinggal bagaimana Guardiola mengatur taktiknya agar tetap tajam dan efektif menghadapi lawan-lawan berat di sisa musim ini.