Manchester, Inggris – Keputusan Kevin De Bruyne untuk mengakhiri kebersamaannya dengan Manchester City telah mengguncang jagat sepak bola, khususnya Premier League. Setelah satu dekade penuh kontribusi gemilang, gelandang asal Belgia ini resmi mengumumkan bahwa ia tidak akan memperpanjang kontraknya bersama The Citizens yang akan berakhir musim panas mendatang.
Gambar Istimewa: tstatic.net
Pelatih kepala Manchester City, Pep Guardiola, tak bisa menyembunyikan rasa hormat dan kekagumannya terhadap pemain berusia 33 tahun tersebut. Dalam sesi konferensi pers terbaru, Pep menyebut De Bruyne sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah menghiasi Premier League.
“Saya membaca minggu ini bahwa ia terlibat dalam 280 gol dan assist. Di Premier League, ia adalah salah satu gelandang terhebat yang pernah bermain di negara ini, dan tentu saja untuk klub ini. Tidak ada keraguan soal itu,” ujar Guardiola, Jumat (4/4/2025), dikutip dari laman resmi klub.
Guardiola menyoroti betapa besar pengaruh De Bruyne, bukan hanya dalam hal statistik, tetapi juga dari segi konsistensi, visi permainan, dan peran vitalnya di lapangan. Meski sempat diganggu cedera dalam satu setengah tahun terakhir, De Bruyne tetap menunjukkan kualitasnya sebagai pemain kunci.
“Kecuali tahun lalu karena cedera, ia selalu hadir di setiap pertandingan penting dan tidak penting, setiap tiga hari selalu siap tampil. Konsistensinya luar biasa,” tambah Guardiola.
Di bawah arahan Pep, Kevin De Bruyne menjadi pusat kreativitas di lini tengah Manchester City. Gelandang yang dikenal dengan umpan-umpan terobosan tajam dan tembakan jarak jauhnya itu disebut-sebut sebagai motor serangan utama klub dalam satu dekade terakhir.
“Assist, gol, dan visinya di sepertiga akhir lapangan sangat sulit digantikan. Banyak pemain bisa memberikan assist, tapi yang membuatnya unik adalah jumlah dan kualitas kontribusinya selama bertahun-tahun,” lanjut sang pelatih asal Spanyol itu.
Guardiola juga tidak lupa menekankan bahwa kepergian pemain seperti De Bruyne bukan sekadar kehilangan dari sisi teknis, tapi juga dari sisi mentalitas dan kepemimpinan. Sosoknya yang dikenal tenang namun tajam di lapangan menjadi panutan bagi pemain muda dan inspirasi bagi rekan satu tim.
“Kami telah memenangi banyak trofi dan dia terlibat dalam setiap pencapaian itu. Dia adalah bagian dari fondasi kesuksesan kami selama ini,” ujar Guardiola.
Selama berseragam Manchester City sejak 2015, De Bruyne telah mempersembahkan 19 trofi utama, termasuk:
-
6 gelar Premier League
-
2 Piala FA
-
5 Piala Liga
-
1 Liga Champions UEFA
-
1 Piala Dunia Antarklub FIFA
-
1 Piala Super UEFA
-
3 Community Shield
Catatan ini menjadikannya sebagai salah satu pemain tersukses dalam sejarah klub. Perannya sebagai playmaker utama, pembaca permainan ulung, dan pemimpin di lini tengah membuat De Bruyne tidak hanya menjadi legenda Manchester City, tetapi juga ikon sepak bola modern.
Tak sedikit penggemar yang merasa kehilangan atas keputusan ini. Di media sosial, ribuan pesan ucapan terima kasih dan penghargaan terus mengalir untuk sang maestro. Banyak yang menyebut bahwa sepak bola Inggris tidak akan sama lagi tanpa De Bruyne yang dikenal dengan gaya bermain elegan dan determinasi tinggi.
Kepergian Kevin De Bruyne dari Manchester City menandai akhir dari sebuah era emas yang penuh kejayaan dan dedikasi. Di bawah asuhan Pep Guardiola, ia tidak hanya menciptakan rekor dan mempersembahkan trofi, tetapi juga meninggalkan warisan yang akan sulit dilupakan oleh klub maupun Premier League. Bagi City, mencari pengganti yang sepadan bukanlah tugas mudah. Namun satu hal yang pasti, nama Kevin De Bruyne akan terus dikenang sebagai salah satu gelandang terhebat dalam sejarah sepak bola Inggris.